Transformasi Ide dan Membentuk Mindset Pola Pikir Global Melalui Program AES 2018
ASIAN ENLIGHTENING STUDIES (AES) 2018 adalah program pelatihan pendidikan yang difokuskan untuk belajar mengenai kemajuan, pendidikan, teknologi, budaya dan kepemimpinan di Asia. Pada Tahun ini AES 2018 akan belajar ke negeri sakura, Tokyo, Jepang. Program ini sejenis dengan program pertukaran pelajar tetapi dalam waktu yang singkat (Short Course). Banyak sekali manfaat yang didapat dengan mengikuti program ini, Diantaranya sebagai media tranformasi ide untuk mengembangkan pikiran dan membentuk pola pikir global pemuda Indonesia.
Transformasi ide merupakan proses perubahan atau pertukaran informasi yang didasari oleh pemahaman dan wawasan seseorang yang bertujuan mengembangkan wawasan dan mempertajam pemahaman itu sendiri. Transformasi ide dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misal hal kecil, seperti menuangkan ide pemikiran melalui tulisan (esai, karya ilmiah, dsb) dengan pemahaman dan wawasan yang ada. Membaca buku, mengikuti Seminar Talk Show dan Berdiskusi mengenai masalah terbaru atau hal - hal di sekitar kita juga termasuk bentuk transformasi ide. Dalam hal ini, Konsep ini juga berlaku dalam program AES, transformasi ide dapat diaplikasikan dengan belajar diluar negeri untuk menimba ilmu, belajar budaya, teknologi, dan menumbukan pemikiran pentingnya pendidikan bagi anak muda.
Pola pikir global yaitu, berpikir terbuka, berpikir dari berbagai aspek, dan memiliki sudut pandang yang luas. Pola pikir global terbentuk oleh aktivitas, masalah, dan rutinitas sehari-hari (sense of mind). Salah satunya dengan mengikuti program AES, Visitasi ke negara luar membentuk pola pikir global anak muda. Negara yang dikunjungi program AES tahun ini sangat sesuai dengan era digitalisasi saat ini. Kehidupan saat ini berbasiskan digital. seperti smartphone, I-Watch, E-Commerce , E-Clothing, Mobile Apps, Virtual Reality Games, Artificial Intelligence, E-book, Pod Cast, Robotic, E-TV sampai lembaga pemerintahan pun menggunakan sistem digital. Jadi, visitasi negara kali ini sangat sesuai dengan perkembangan zaman. Para pemuda bisa belajar teknologi, mengembangkan pola pikir global berbasis digital dan kemajuan suatu negara.
Berdasarkan media yang saya baca Sistem pendidikan di Jepang termasuk 3 besar sistem pendidikan terbaik di asia dan dunia. Tidak asing jika ilmuwan, penemuan, peneilitian dihasilkan dari negara Jepang. Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan merupakan kunci dari kesuksesan suatu negara. Oleh karena itu, Sumber daya manusia yang ada di negara ini harus berkualitas mendapatkan pendidikan agar dapat mengelola negaranya bahkan dunia. Maka dari itu diperlukannya pendidikan sebagai salah satu metode untuk mengembangkan sumber daya manusia. Mengemban ilmu tidak harus formal. Banyak cara saat ini yang bisa dilakukan untuk mengemban ilmu. Ilmu bisa dipelajari dengan akses yang mudah tanpa batasan ruang, tempat, dan waktu. Program AES Visitasi ke negara Jepang merupakan salah satu bentuk cara mengakses pendidikan dengan metode belajar yang menyenangkan. Tidak hanya teori, tetapi pengaplikasian suatu teori dan materi sangatlah penting. Berkunjung ke pusat-pusat industri dan universitas dapat menambah wawasan, pengalaman dan membentuk pola pikir global anak muda. Visitasi juga menuntut akan memahami suatu persoalan teknis dan sistematis seperti proses pembuatan makanan, mesin (robot), sistem pendidikan dan sebagainya.
Saya pribadi mengagumi Jepang karena Teknologi dan sistem pendidikan yang maju. Jepang menjadi negara impian saya untuk mengemban ilmu lebih tinggi. Saat ini saya mengambil Jurusan S-1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang di Undip. Mempelajari bahasa, Sejarah, kebudayaan, dan kehidupan sehari-hari orang di Jepang menambah keinginan saya untuk pergi ke negara Jepang. Budaya orang Jepang yang terkenal disiplin dalam segala hal membawa negaranya bangkit dari keterpurukan setelah PD-II. Sikap disiplin berdampak pada kinerja orang Jepang yang memuaskan. Sikap disiplin juga yang menjadikan Jepang menjadi Negara Otomotif terbesar, karena dapat memproduksi ribuan sampai belasan ribuan mobil dalam kurun waktu 1 hari. Budaya itu lah yang menurut saya harus ditanamkan pada masyarakat Indonesia. Berbanding terbalik dengan budaya yang ada di Indonesia yaitu suka menunda pekerjaan dan tidak tepat waktu (Jam Karet). Kemudian, orang-orang Jepang sangat menaati aturan. Seperti lalu lintas di Jepang yang sistematis, jarang sekali terdapat kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Orang Jepang juga pekerja keras. Mereka Menanamkan sikap optimisme dan pantang putus asa dalam kehidupan kesehariannya. Budaya-budaya itulah yang harus dicontoh dan ditanamkan pada masyarakat Indonesia. Budaya membentuk pola pikir manusia. Budaya yang bagus akan menciptakan pola pikir yang bagus pula. Dengan demikian budaya sangatlah penting.
Negara Jepang memiliki keanekaragaman budaya yang sangat terkenal di mata dunia. Dikenal dengan istilah pop culture. Pop culture seperti, anime, komik manga, cosplay, action figure, drama tv, musik, dsb. Salah satunya film Anime yang banyak disukai anak-anak bahkan orang dewasa. Film Anime umumnya meggambarkan kehidupan nyata orang-orang di Jepang, menceritakan sejarah, tokoh inspiratif, detektif, petualangan dan sains fiction. Film anime ada yang berbentuk serial dan ada juga seperti film panjang. Film anime banyak diangkat dari manga-manga populer Seperti, Captain Tsubasa, Doraemon, Detective Conan, dsb. Film anime juga sering menggambarkan tentang kehidupan sehari-hari dan motivasi. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari membaca manga dan menonton film anime. Pop culture Jepang diterima oleh negara-negara di kawasan asia terutama asia bagian timur dan tenggara. Jepang berhasil memperkenalkan budaya uniknya ke negara-negara luar ditambah lagi dengan perkembangan industri yang pesat budaya-budaya itu dengan sangat mudah untuk masuk ke perindustrian negara-negara di Asia. Masyarakat Indonesia pun diharapakan memiliki loyalitas terhadap budaya lokal, melestarikan, dan membudayakannya. Sebab negara maju berawal dari kebudayaan yang melekat pada masyarakatnya, sebagai bukti negara itu tidak mudah dipengaruhi oleh negara lain, mandiri, dan mempunyai kekuatan.
Indonesia juga mempunyai budaya, suku, agama, dan bahasa yang beraneka ragam. Indonesia dengan keanekaragaman budayanya menjadi negara yang sangat tepat dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Kekayaan alam di Indonesia juga melimpah seperti tambang, minyak, batu bara dan energi terbarukan ada di Indonesia. Maka dari itu Indonesia menjadi pasar bagi investor-investor asing. Suku dan etnis di Indonesia juga bermacam-macam ada suku Jawa, Sunda, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, papua. Dari sabang sampai merauke terpapat pulau, bentang alam, dan wisata bahari yang sangat indah. Sayang, tempat-tempat itu kurang di publish dan terekspose oleh media. Bayangkan bila wisatawan mancanegara banyak yang berwisata ke Indonesia. Indonesia akan di kenal dunia degan parawisatanya dan profit untuk devisa negara. Bahasa dan agama yang beragam juga tetap mempersatukan Indonesia. Karena, bahasa Indonesia adalah bahasa negara yang mempersatukan dan dasar pancasila pertama ketuhanan Yang MahaEsa mencakupi agama yang plural. Dengan latar belakang seperti itu harapannya masyarakat Indonesia tetap menjaga toleransi , kesatuan dan keberagaman.
Program AES ini sangat membuka peluang pemuda-pemudi Indonesia berkesempatan untuk menimba ilmu diluar negeri. Selain itu, menjalin relasi dengan pemuda-pemudi di Indonesia, menumbuhkan jiwa semagat kepemudaan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan. Jiwa Kepemimpinan harus dimiliki pemuda-pemudi Indonesia sejak dini. Pemimpin yang dilatih sejak muda akan membawa kebermanfaat bagi Indonesia kedepannya. Menjadi tokoh bangsawan yang akan memperbaiki bangsa ini dan lingkungannya. Menjadi pemimpin membutuhkan proses. Proses itu dimulai dari keinginan dan tekad yang kuat. Dengan program ASIAN ENLIGHTENING STUDIES (AES) 2018 peserta bisa menerapkan ilmunya setelah menjalani proses ASIAN ENLIGHTENING STUDIES dan menjadi Agent of Change, iron stock, moral force, dan social control setelah kembali ke Indonesia. Dalam kesempatan ini saya ingin berkontribusi lebih banyak untuk lingkungan, kampus dan negara dengan menererapkan ilmu yang saya terima setelah dari Jepang. Untuk menjadi pemimpin dan orang berpengaruh bagi diri saya, teman-teman, dan orang-orang disekitar.
Sumber :

Komentar
Posting Komentar